HOT NEWS

6/recent/ticker-posts

Kalo Begini Beneran Hemat, Akhir 2018 Sepeda Motor Listrik Buatan Indonesia Di Produksi Massal

loading...
Kabar Ngetrends - Sepeda motor listrik " Gesits " hasil karya anak bangsa ditargetkan sudah dapat di produksi massal pada akhir 2018.

www.viva.co.id

" Insya Allah, akhir 2018 sudah `mass production` yang dilakukan di bawah koordinasi PT Wikon dan Garansindo. Kalau risetnya, dari Universitas Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), " tuturnya di Semarang, Kamis. Seperti yang di kutip dari otomotif.antaranews.com (20/03/2018).

Hal tersebut dikatakannya selesai memberikan orasi ilmiah bertopik " Membangun Reputasi Internasional Perguruan Tinggi Merekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Menurut eks Rektor dipilih Universitas Diponegoro Semarang (Undip) itu, penelitian yang dikerjakan perguruan tinggi saat ini memang mesti mengarah pada kebutuhan industri.

" Kami mengoordinasi seluruh kementerian dan instansi dibawah koordinasi Menristek Dikti untuk membuat rencana induk riset nasional. Lebih pas kalau riset kedepan hilirisasi dan komersialisasi untuk dunia industri, " tuturnya.

Nasir mencontohkan, sepeda motor listrik begitu diperlukan mengingat pemakaian sepeda motor serta mobil konvensional menyedot 35 % dari keseluruhan mengkonsumsi energi nasional.

" Semua orang pakai motor dan mobil menggunakan bahan bakar minyak. Kalau dapat dihemat dengan listrik bisa bergeser ke listrik, artinya kita dapat melakukan penghematan energi yang luar biasa, " tuturnya.

Menurut dia, dorongan penelitian motor listrik yang dikerjakan ITS Surabaya dan telah jadi, dan telah siap di produksi massal oleh Wikon serta PT Gesits Technologies Indo (GTI) pada akhir 2018.

Gesits Technologies Indo merupakan anak perusahaan yang dibangun Garansido Group yang spesial mengurus segalanya terkait dengan motor listrik Gesits.

Tidak cuma motor listrik, Mensristek juga menyebutkan mobil listrik nasional (molina) juga telah disediakan untuk kurangi beban daya, termasuk juga penyiapan supply listrik yang mencukupi.

" Problemnya, siapa yang sediakan listrik? Kami telah panggil PLN, panggil Pertamina. Bagaimana penyediaan daya listriknya supaya nanti `charging` (pengisian listrik, red.) dapat di mana-mana dilakukan dengan mudah, " tuturnya.

Nasir mengaku, sistem " recharging " motor serta mobil listrik masih tetap memerlukan waktu lama, kurang lebih 3-4 jam/kendaraan, sementara diluar negeri sistem pengisian daya listrik cuma 5-7 menit.

" Peneliti saya tantang, kedepan bagaimana. `Recharge` bila di negara lain cukup 5-7 menit/kendaraan, amat cepat sekali. Apa yang perlu dilakukan, kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, " tuturnya. (otomotif.antaranews.com)

Post a Comment

0 Comments